Nội dung text Pramoedya Ananta Toer-Gadis Pantai-Hasta Mitra (2000).pdf
• Gadis Pantai Created by syauqy _arr@yahoo .. coJd CKoleksi IIPramudya Ananta loerll) Weblog" http://hanaokLwordpress .. com
\ Pramoedya Ananta Toer CADIS PANTAI Sebuah Roman Keluarga HASTAMITRA Jakarta, April 2000
Edisi pertama Edisi baru Edisi Belanda Edisi Inggris Edisi Pembebasan (pasca tumbangnya rejim Orde Baru) Penerbit Pengarang Editor : sebagai cerita bersambung Lentera I Bintang Timur, 1962-1965 : Gadis Pantai, pertama kali dibukukan Hasta Mitra 1987, (dilarang oleh Jaksa Agung, 1987). : Het Meisje van het Strand, penerjemah Angela Rookmaker dan Alfred van der Helm, penerbit Wereldvenster, Houten, 1989 (cetak ulang berturut-turut enam kali). 1999 - edisi yang sama diterbitkan lagi oleh penerbit de Geus, Breda. : The Gilrl from the Coast, penerjemah Harry Aveling Select Books, Singapore, 1991. : - Ceta\an pertama, Hasta Mitra, April 2000 - Cetakan kedua, Juli 2000 : Hasta Mitra, Jakarta JI. Duren T iga 36, Jakarta Selatan 12780 Tel./Fax.: 021-7996834 : © Pramoedya Ananta Toer : Joesoef Isak Desain buku : Marsha Anggita Kulit depan lukisan Donald Friend, dipakai seizin dan atas kebaikan pemiliknya, Idanna Pucci. Memperbanyak buku ini dengan fotocopi atau reproduksi dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan. Pengutipan untuk kepentingan resensi, keilmuan dan kerja budaya dapat dilakukan secara terbatas, setelah mendapatkan izin terlebih dahulu dari penulis dan atau penerbit. Hak Cipta dilindungi Undang-undang. All Rights Reserved Catatan Penyunting (April 2000) Gadis Pantai bersamaan dengan Sang Pemula, keduanya k,UY,1 Pramoedya Ananta Toer terbitan Hasta Mitra diberangus oleh Jaksa Agung rejim Orde Baru pada tahun 1987. Alasannya: buku-buku itu menyebar-Iuaskan marxisme-Ieninisme yang ter larang! · Dulu tidak kami tanggapi keputusan JaksaAgung itu karena Penulis, Penerbit, dan seluruh rakyat memang dibungkam untuk bersuara. Sekarang pun tidak ingin kami berpanjang-panjang nenanggapi dagelan politik kekuasaan para jendral itu, karena bukan saja rakyat kita tetapi seluruh dunia - termasuk negeri- negeri kapitalis yang paling anti komunis - mentertawakan alasan larangan para penguasa Orde Baru itu. Sang Pemula misalnya disebut sebagai novel, padahal buku itu adalah suatu karya-riset (non-fiksi), sarna sekali bukan novel. Terlalu kentara sekali di sini bahwa untuk memberangus Pramoedya, para penguasa rej im Orde Baru merasa sarna sekali tidak perlu membaca lebih dulu isi bukunya. Di alam Era Baru Indonesia, praktek dagelan kekuasaan seperti itu kita harapkan tidak berulang. Gadis Pantai kini kita hadirkan kenlbali dalam bentuk edisi baru dengan cover baru: EDISI PEMBEBASAN. Js, ed. Catatan Penyunting ( 1987) "This unfinished novel is one of Pramoedya 's best works sur- passing (in my opinion) his classics, Perburuan. Keluarga Gerilya and Bukan' Pasar Malam. " Demikian antara lain tulis Savitri Prastiti Sherer dalam thesis Ph.D.nya berjudul "Fr0I11 Culture to Politics - The Writings of Pramoedya Anllnta Tr)(r, 1 950- 1 965", (Australian National University, July 19� 1), hhn. 238. Di lain bagian, promovenda bahkan berpendapat bahwa v