Nội dung text (DR18) SOP-0018-PPD-OPR-DR18 Mengoperasikan_Peralatan_DustHandling_Dryer.pdf
STANDARD OPERATING PROCEDURES No. Dok : MMP-SOP MPEP.02 Dryer MENGOPERASIKAN PERALATAN DUSTHANDLING DRYER Tanggal Penerbitan : 29 Maret 2024 Tanggal Persetujuan : 29 Maret 2024 No. Revisi : 0 Owner: Department Dryer Halaman : 1 dari 8 Dibuat oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Disetujui oleh Process Owner Main Process Owner Business Process Manager Division Head TTD & Nama Tahlir Themy Salim Totok Risantono Jabatan Instructur Dryer Tanggal 29 Maret 2024
MENGOPERASIKAN PERALATAN DUST HANDLING DRYER No: SOP-0033-PPD-OPR-DRY Page: 2 of 23 Classification : Routine Rev: 0.0 LIST OF CONTENT/DAFTAR ISI 1. PURPOSE / TUJUAN.................................................................................................................................................2 2. SCOPE / CAKUPAN ..................................................................................................................................................2 3. REFERENCES / REFERENSI....................................................................................................................................2 4. DEFINITIONS / DEFENISI : .......................................................................................................................................3 5. EHS HAZARD (ENVIRONMENT, HEALTH, SAFETY CONSIDERATION)..............................................................3 6. REQUIRED RESOURCES / SUMBER DAYA YANG DIBUTUHKAN: .....................................................................5 7. PROCEDURES / PROSEDUR ...................................................................................................................................6 8. DOCUMENT CONTROL / KONTROL DOKUMEN..................................................................................................10 9. AUTHORS / PENGARANG......................................................................................................................................23 10. LAMPIRAN-LAMPIRAN ..........................................................................................................................................23 Responsible Person: Manager Ore Preparation Target Audience: Team leader dryer, process controller dryer & operator dryer yang sudah kompeten. Key words: Ore preparation, rotary dryer, dust settling chamber, electrostatic precipitator (ESP) 1. PURPOSE/TUJUAN : Tujuan dibuatnya prosedur ini adalah untuk: 1.1 Sebagai panduan langkah kerja bagi operator dryer untuk mengoperasikan peralatan dust handling di dryer #1, dryer #2 secara benar dan aman. 1.2 Membantu operator untuk mengenali potensi bahaya baik bagi dirinya ataupun orang lain dan cara pencegahannya. 2. SCOPE/CAKUPAN : Dalam SOP ini mengatur tentang cara mengoperasikan peralatan dust handling dryer, yang mencakup: 2.1. Mempersiapkan dan memeriksa komponen dust handling dryer. 2.2. Menjalankan peralatan dust settling chamber dryer 1, 2 2.3. Menjalankan peralatan ESP dryer. 2.4. Menjalankan pneumatic conveyor 500T dust bin east atau 500T dust bin west 2.5. Melakukan unplug dust hopper dust settling chamber atau dust hopper ESP yang tersumbat. 2.6. Melakukan pembersihan screw conveyor dust settling chamber atau screw conveyor ESP yang kepenuhan(overload). 3. REFERENCES/REFERENSI: 3.1. UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 3.2. KEPMEN 555.K/26/M.PE/1995
MENGOPERASIKAN PERALATAN DUST HANDLING DRYER No: SOP-0033-PPD-OPR-DRY Page: 3 of 23 Classification : Routine Rev: 0.0 3.3. MHS 04 – Isolation & Lockout 3.4. MHS 07 – Rotating & Moving Equipment 4. DEFINITIONS/DEFENISI • Rotary dryer Merupakan tanur pengering yang berfungsi untuk mengeringkan dan menyaring ore (DKF) menjadi produk (DKP) sebelum diumpankan ke reduction kiln dengan spesifikasi produk, moisture 17-21% & butiran <1 inch. • Dust settling chamber Dust settling chamber adalah suatu alat penangkap debu yang terdiri atas susunancyclone, dan terletak di antara discharge end dryer dan ESP (electrostatic precipitator). • Electrostatic precipitator (ESP) ESP adalah suatu perangkat listrik yang berfungsi untuk menangkap partikel-partikel debu dengan menggunakan prinsip elektrostatik. • ID fan (Induced Draft Fan) Jenis sentrifugal fan yang berfungsi untuk menarik gas buang dari dalam dryer. • Pneumatic conveyor Alat yang berfungsi untuk mengirim debu secara pneumatis ke dust bin di apron feeder. • 500T dust bin Merupakan wadah (tempat) untuk menampung sementara debu-debu yang tertangkap dari sistem penanganan gas buang dryer, kiln atau furnace sebelum dialirkan ke dust bin di apron feeder. • Process Controller (PC) Orang yang mengendalikan operasi dryer dari control room melalui HMI. • HMI Human Machine Interface merupakan alat pengendali operasi dryer yang berada di control room. 5. EHS HAZARD (ENVIRONMENT, HEALTH & SAFETY CONSIDERATION) Pekerjaan ini merupakan kegiatan yang berisiko tinggi dan memiliki potensi-potensi bahaya yang dapat menyebabkan cidera pada manusia dan/atau kerusakan pada peralatan operasi. 5.1 EHS ASPECTS & OPERATIONAL CONTROLS / ASPEK EHS & KONTROL OPERASI BAHAYA & ASPEK LINGKUNGAN IMPACT / KONSEKUENSI KONTROL OPERASI ❑ Emisi debu ke atmosfirdan lingkungan sekitar ❑ Perubahan kualitas udara ❑ Pastikan sistem penanganan gas buang dan debu dryer berfungsi dengan baik. ❑ Emisi karbon (black smoke) ke atmosfir ❑ Perubahan kualitas udara ❑ Pastikan sistem pembakaran burner dryer berlangsung normal.
MENGOPERASIKAN PERALATAN DUST HANDLING DRYER No: SOP-0033-PPD-OPR-DRY Page: 4 of 23 Classification : Routine Rev: 0.0 ❑ Anggota tubuh terjepit ❑ Luka terbuka ❑ Retak tulang ❑ Tidak meletakkan anggota tubuh pada peralatan berputar. ❑ Pastikan safety guard peralatan berputar terpasang dengan baik. ❑ Tertimpa (kejatuhan) material/benda ❑ Luka terbuka ❑ Retak/patah tulang ❑ Pastikan tidak berada pada titik jatuh material/benda (line of fire). ❑ Menghirup gas CO ❑ Kepala pusing, badan lemas ❑ Pingsan ❑ Ikuti prosedur confined space. ❑ Terpapar udara panas ❑ Kulit melepuh ❑ Dehidrasi ❑ Pastikan temperature di lokasi kerja mendekati temperature lingkungan (<40 oC). ❑ Mata kemasukan debu ❑ Iritasi mata ❑ Gunakan kacamata safety. ❑ Menghirup debu ❑ Gangguan pernapasan ❑ Gunakan gas masker. ❑ Kaki tersandung ❑ Luka terbuka ❑ Retak tulang ❑ Perhatikan langkah kaki. ❑ Tersayat benda-benda yang berujung tajam atau permukaan kasar ❑ Luka ❑ Gunakan sarung tangan safety. ❑ Tergelincir pada lantai licin ❑ Luka terbuka ❑ Retak tulang ❑ Program housekeeping ❑ Terpeleset/terjatuh pada tangga ❑ Terkilir ❑ Keseleo ❑ Cidera ❑ Naik dan turun tangga dengan selalu mengikuti prosedur tiga titik tumpu. ❑ Berjalan perlahan saat naik dan turun dari tangga. ❑ Terbentur/tertumbuk pada struktur bangunan ❑ Cidera kepala ❑ Berjalan perlahan pada lokasi kerja. ❑ Pastikan jalur yang akan dilewati aman dari bahaya terbentur. ❑ Gunakan safety helmet yang dalam kondisi baik. 5.2 REQUIRED PERMITS/ IZIN YANG DIPERLUKAN 5.2.1 N/A 5.3 REQUIRED TRAINING OR COMPETENCY / PELATIHAN ATAU KOMPETENSI YANG DIBUTUHKAN