Content text Logbook dan Portofolio.pdf
273 BUKU LOG DAN PORTOFOLIO Marcellus Simadibrata dan Ardi Findyartini Butir Penting • Pencapaian kompetensi dalam area pengembangan diri dan profesionalisme perlu didukung metode asesmen yang memungkinkan peserta didik untuk mendokumentasikan berbagai pencapaian kompetensi dan melakukan refleksi diri. • Portofolio sebagai metode asesmen memungkinkan peserta didik mengumpulkan berbagai bukti atau dokumentasi pencapaian kompetensi. Portofolio perlu dilengkapi dengan refleksi diri peserta didik terhadap berbagai hal yang telah dicapai dan rencana perbaikan pada masa yang akan datang. • Buku log (log book) dapat menjadi bagian penting portofolio dan umumnya berisi daftar kompetensi yang perlu dan telah dicapai, daftar berbagai kegiatan praktik dan pembelajaran di tatanan klinis yang dilakukan. • Penggunaan portofolio untuk asesmen memerlukan pengaturan yang memungkinkan pengelola program studi memperoleh bukti pencapaian kompetensi yang adekuat dan tetap memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memilih bukti yang mendorong proses pembelajaran dan/atau membuktikan pencapaian kompetensi tertentu. • Pemanfaatan buku log dan portofolio untuk asesmen dapat bertujuan sebagai asesmen formatif maupun sumatif.
274 Panduan Praktis bagi Pengajar Klinis Pendahuluan Dokter dan dokter spesialis pada masa yang akan datang perlu senantiasa meningkatkan kemampuan diri dalam tatalaksana masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, pemanfaatan bukti terbaik, komunikasi dengan berbagai pihak dan pemanfaatan teknologi. Hal ini mendorong perlunya proses asesmen yang memungkinkan peserta didik dapat berefleksi dan mengembangkan diri dengan baik.1,2 Portofolio dan buku log merupakan salah satu metode asesmen di tingkat ‘does’ pada piramida Miller.3 Asesmen di tingkat ini diharapkan dapat mengevaluasi performa peserta didik dalam praktik klinis sehari-hari. Performa yang adekuat merupakan penerapan integrasi pengetahuan, keterampilan dan perilaku serta karakteristik personal dan menunjukkan pencapaian suatu kompetensi di tatanan klinis sebenarnya.2 Portofolio dan buku log sebagai metode asesmen bertujuan menilai kemampuan mahasiswa dan residen dalam bertanggung jawab memilih bukti terbaik pencapaian kompetensi mereka, melakukan evaluasi diri dan mengidentifikasi pengembangan yang diperlukan. Dengan demikian, kedua metode asesmen ini sangat penting untuk mengevaluasi pengembangan profesionalisme mahasiswa dan residen.1,2,3 Penerapan kurikulum berbasis kompetensi di tempat kerja melalui entrustable professional activities (EPA) juga memerlukan pengumpulan bukti pencapaian kompetensi dan refleksi diri peserta didik sehingga dapat menjadi landasan bagi supervisor untuk memberikan kepercayaan pelaksanaan suatu tugas pelayanan.4
Buku Log dan Portofolio 275 Definisi dan Uraian Buku log Buku log didefinisikan sebagai sebuah buku yang mencatat setiap kejadian, prosedur, kegiatan selama proses pembelajaran dan evaluasi mahasiswa, sehingga dapat menggambarkan/ menjelaskan semua aktivitas selama pembelajaran mahasiswa.5 Buku log memberikan informasi penting tentang sasaran pembelajaran dalam suatu rotasi klinis dan memungkinkan peserta didik dan pengajar klinis memperoleh gambaran target dan kemajuan pencapaian target dari suatu rotasi klinis dengan cepat. Buku log dapat sekaligus menjadi alat komunikasi antara peserta didik dan pengajar klinis sebagai supervisor.6 Berdasarkan penelitian Raghoebar-Krieger dkk.7 , pengisian buku log perlu dioptimalkan dengan supervisi dan umpan balik. Buku log dapat bermanfaat untuk hal-hal berikut:1,6 1. Menjadi bagian portofolio peserta didik. 2. Menunjukkan komitmen peserta didik dalam menjalani proses belajar dan mencari serta berefleksi dari pengalaman yang diperoleh sehari-hari. 3. Menjadi kumpulan informasi terkini tentang berbagai aktivitas pembelajaran dan pencapaian kompetensi peserta didik. Portofolio Definisi portofolio sesuai dengan tujuan perumusan portofolio. Menurut Driessen dan Van Tartwick2,4 portofolio dapat
276 Panduan Praktis bagi Pengajar Klinis dimanfaatkan untuk 3 tujuan utama, yaitu: a. Portofolio sebagai asesmen (baik formatif maupun sumatif), b. Portofolio sebagai bagian proses pembelajaran dan c. Portofolio sebagai bagian pengembangan diri dan profesionalisme (Gambar 14.1). Satu atau lebih tujuan dapat ditetapkan dalam penggunaan portofolio dalam suatu institusi pendidikan, tergantung kepada kurikulum, pembelajaran, proses supervisi dan mentoring, dan keterlibatan mahasiswa di institusi tersebut.2 Portofolio untuk perencanaan pengembangan diri dan profesionalisme Portofolio untuk pembelajaran Portofolio untuk asesmen ASESMEN (Portofolio sebagai BUKTI) COACHING (Portofolio sebagai REFLEKSI) OVERVIEW (Portofolio sebagai PERENCANAAN DAN MONITORING) Gambar 14.1. Penggunaan Portofolio sesuai van Tartwijk and Driessen2,4 Portofolio merupakan pengumpulan bukti upaya, kemajuan dan pencapaian peserta didik dalam satu atau lebih area
Buku Log dan Portofolio 277 kompetensi atau kemampuan. Proses pengumpulan berbagai bukti ini direncanakan untuk memenuhi tujuan tertentu dan perlu melibatkan peserta didik dalam memilih isi dan bukti yang relevan serta dalam melengkapi seluruh bukti dengan refleksi diri.1 Bukti yang dikumpulkan dalam portofolio dapat berupa buku log, esai terbaik, laporan kasus, laporan penelitian, sampel dari hasil evaluasi (contoh lembar Mini-CEX, DOPS, dll), laporan tutor, video interaksi dengan pasien atau sejawat, rekam medis pasien (tanpa identitas pribadi pasien), surat rekomendasi, dan refleksi diri tertulis terhadap bukti yang dikumpulkan dan pengembangan diri. 1,2, 4 Isi portofolio disesuaikan dengan tujuan perumusan portofolio yang tercantum dalam program pendidikan. Bila portofolio dimanfaatkan untuk asesmen, sebagian besar bukti dan artefak yang dikumpulkan merupakan bukti pencapaian kompetensi, sedangkan bila tujuan utamanya adalah untuk proses pembelajaran, refleksi diri menjadi bagian utama dalam portofolio tersebut.4 Beberapa kata kunci terkait portofolio adalah kumpulan bukti, menunjukkan kemajuan atau pencapaian peserta didik, pengumpulannya disengaja, melibatkan peran serta peserta didik, dan dilengkapi refleksi diri peserta didik.1,2,4,5 Penggunaan portofolio secara efektif memerlukan struktur yang fleksibel yang memungkinkan peserta didik berkesempatan