PDF Google Drive Downloader v1.1


Report a problem

Content text OW001_ Malam di Taman Hiburan (VK_RW).pdf




Karya GifterM - “Kok masih pada di dalam sih mbak??? Udah tutup! Taman udah tutup dari sejam lalu!”, bentakan tegas seorang pria paruh baya yang menyorotkan senternya kepada mereka berdua membuat Regie dan Kimmy spontan terperanjat kaget, kaget tapi lega “Iya Pak. Maaf! Tadi kami keluar kamar mandi sudah gelap dan sudah tutup. Lalu kami tersesat jalan muter-muter sampai ketemu Bapak. Tolongin kami Pak”, Regie, yang jauh lebih cepat pulih dari rasa kagetnya dan memang terbiasa untuk memimpin dan menjaga Kimmy di kala mereka berdua saja langsung menjalankan perannya dengan baik “Mbak-mbak... kok bisa sih??? Nambahin kerjaan kalo gini ini”, omel pria yang sama dengan alis yang terangkat, jelas tak senang hati akan kelakuan Regie dan Kimmy Pria yang sama, yang tengah menyoroti dirinya dan Kimmy dengan senter, lalu Regie dapati menscan wajah dan tubuh keduanya dari bawah ke atas sebelum untuk sekelebat sebuah senyum terbentuk di wajahnya yang masih terlihat kencang untuk umurnya. Rasa tidak enak hati langsung muncul seketika di hati Regie. Ketidakramahan sosok pria paruh baya berbadan tegap di depannya, caranya dirinya mencuri pandang barusan, tatapan matanya yang terasa seperti tengah melihatnya seperti tengah melihat sebuah kesempatan, lalu bekas luka sayatan di pelipis kepalanya... semuanya bukanlah hal-hal yang membangun rasa percaya Regie kepada pria di depannya. Namun... sebelum Regie dapat menetapkan jarak yang jelas dan memasang dinding pertahanan dan kewaspadaannya— pria yang sama sudah keburu memperkenalkan dirinya dan membandingkan Regie dan Kimmy dengan cucunya sendiri. Mengesampingkan firasat buruknya Regie pun lantas mengamati pria di depannya, yang barusan saja memperkenalkan dirinya sebagai Heru, secara lebih seksama. Rambut cepak yang sudah lumayan memutih dan wajahnya yang mulai keriput— dua hal yang menyokong statementnya tentang umur dan cucunya... Baju satpam yang dikenakan olehnya yang memuat nama yang sama dengan logo Dufan... Senyum ramah yang lantas terbentuk di wajahnya... Semua visual yang Regie dapati seusai mengamati Heru secara lebih seksama ditambah dengan kondisi yang membuatnya harus bergantung kepada orang lain dan tak bisa pilih-pilih untuk bisa keluar bersama Kimmy yang bergantung penuh kepadanya sontak membuat Regie mau tidak mau harus percaya kepada Heru. Di tengah jalan setapak Dufan yang remang-remang akibat minimnya penerangan yang masih menyala, Heru pun lantas menggaris bawahi kesalahan Regie dan Kimmy yang masih ada di dalam meski taman sudah tutup dan mengharuskan mereka untuk ikut ke pos security untuk mengisi beberapa form pernyataan sebelum kemudian diperbolehkan keluar. Terhasut oleh pintarnya Heru membual, Regie pun setuju dan Kimmy pun ikut dengannya.

Related document

x
Report download errors
Report content



Download file quality is faulty:
Full name:
Email:
Comment
If you encounter an error, problem, .. or have any questions during the download process, please leave a comment below. Thank you.